follow us

Hal - Hal Yang Tidak Perlu Anda Cantumkan Dalam Resume

Pada dasarnya fungsi resume adalah untuk memberi informasi sekilas tentang si pelamar. Ingat, rekruter tak punya banyak waktu untuk mencermati semua detail informasi dalam resume kamu.
Maksud hati ingin terlihat keren dengan menuliskan sederet daftar pengalaman, keahlian, dan deskripsi pribadi. Namun kalau jadinya too much, bisa jadi rekruter melihat itu sebagai blunder dan kamu bisa saja langsung kehilangan kesempatan di tahap pertama. Nah, agar rekruter tak mengernyitkan dahi saat membaca resume milikmu, hindari menuliskan hal-hal ini, ya.

Biografi dan usia
Kalau kamu berpikir mencantumkan biografi itu penting, ternyata tidak demikian. Kapan dan di mana kamu lahir, agama, dan status pernikahan, bukanlah informasi yang perlu untuk dimasukkan dalam resume.

Menurut liputan6.com, mencantumkan informasi usia justru bisa jadi blunder, apalagi untuk lowongan yang tidak memberi batasan usia. Detail angka usia dapat membuat rekruter mempertimbangkan apakah kamu terlalu muda atau terlalu tua untuk posisi yang kamu lamar. Bisa jadi hanya karena angka usiamu dianggap tidak pas, kamu tidak lolos ke tahap selanjutnya.

Ciri fisik diri
Dilansir liputan6.com,  penjelasan terkait berat badan, tinggi, warna kulit, dan visual fisik lainnya tidak dianjurkan untuk dituliskan pada resume. Hal ini mengingat tidak ada hubungannya antara penampilan dan kinerja kamu dalam bekerja.

Selain itu rekruter tidak peduli dan tidak mencari pekerja berdasarkan bentuk fisiknya, kecuali kamu melamar pada perusahaan atau posisi yang menuntut kamu tampil menarik, seperti Costumer Service atau pegawai di Bank. Kecuali pekerjaan ini, kamu tidak perlu menuliskan penjelasan fisik kamu di resume.

Daftar panjang pengalaman
Rekruter tidak terlalu berminat untuk tahu detail sejarah pengalaman kerjamu. Segudang pengalaman mulai dari jadi relawan organisasi, kepanitiaan event, magang, kerja part-time, sampai keterlibatan dalam proyek belum tentu jadi poin emas di resume. Menurut businessinsider.co.id, tuliskan beberapa pengalaman tertentu saja tapi benar-benar menunjukkan skill relevan untuk posisi yang kamu lamar. Pun untuk meyakinkan rekruter akan kualitasmu, kamu harus spesifik menjelaskan apa yang bisa kamu lakukan untuk perusahaan incaranmu tersebut.

Alasan berhenti dari pekerjaan sebelumnya
Mungkin pelamar kerja pernah bekerja di perusahaan tertentu kemudian berhenti. Hal  ini bisa karena resign, dipecat, atau terkena PHK. Theladders.com menyarankan sebaiknya informasi insiden di masa lalu tak usah dituliskan. Sebab, informasi itu hanya akan menambah penuh resume dengan hal yang kurang relevan.

Sementara menurut liputan6.com, informasi terkait alasan berhenti kerja nantinya akan ditanyakan saat wawancara, dan rekruter akan menilai cara kamu menjawabnya. Jika cara kamu menjawabnya terkesan negatif, misal dengan membandingkan sistem kerja di perusahaan lama dan perusahaan incaranmu, bisa-bisa rekruter jadi tidak simpati terhadapmu. So, perhatikan pilihan katamu agar penjelasanmu tersampaikan dengan baik, ya.


Referensi dari kolega yang sukses dan populer
Kamu bisa saja berpikir perlu untuk membanggakan networking-mu yang berisi orang-orang dengan reputasi terpandang. Namun mencantumkannya sebagai referensi pada resume, tak lantas memuluskan jalanmu, lho. Bahkan sekadar menuliskan 'references upon request' di akhir resume pun tidak disarankan. Dilansir dari businessinsider.co.id dan theladders.com, bila rekruter tertarik dengan resume milikmu, dengan sendirinya mereka akan menggali informasi lebih dalam.

Nah, satu-satunya alasan kamu perlu mencantumkan referensi dalam resume adalah bila orang tersebut memiliki reputasi yang relevan dengan pekerjaan incaranmu. Namun yang terpenting, jangan sampai berbohong mengenai networking yang kamu punya, ya!

Bagaimana, adakah bagian dari resume-mu yang perlu diperbaiki?


Salam Sukses !

Www.RajaLoker.Net